Cerita Getar — Pengalaman Bersetubuh Dengan Ibu Sendiri Adalah Cerita Dewasa Sedarah Nikmat . Keluargaku terbilang makmur. Ibuku memang jago bisnis, ditambah lagi kami dapat warisan dari kakek-nenek. Jadi, urusan uang enggak pernah jadi masalah. Ibuku, Tiara, usianya 35 tahun, keturunan Jakarta dan ada darah Jepang. Dia nikah muda sama ayahku, yang umurnya jauh lebih tua, karena dijodohkan demi bisnis. Akhirnya mereka cerai waktu aku 9 tahun, dan ibuku jadi janda. Kakakku, Sinta, empat tahun lebih tua dariku. Dia anak kesayangan kakek-nenek di Jakarta, dan pindah ke sana waktu kelas 3 SMA. Dia juga kuliah di kota itu. Dia kadang pulang seminggu sekali, tapi kalau enggak, aku sama ibu yang nyusul ke sana. Alasan ibu dan ayahku cerai karena ayahku, Dodi, nikah lagi sama selingkuhannya. Ibuku enggak mau dimadu. Menurutku, ayah bodoh banget ninggalin ibu yang cantik dan seksi. Aku benci banget sama ayah. Waktu cerai, ayah kasih kami rumah mewah dua lantai dan uang cerai yang banyak pada ibu. Biaya pendidikanku juga ditanggung penuh sama dia. Uang itu dipakai ibu buat bikin perusahaan sendiri di bidang jasa, pelayaran, trading, dan ekspor-impor. Sekarang kami tinggal bertiga. Kami enggak pakai pembantu. Kata ibu, buat apa, toh rumah enggak kotor-kotor amat. Soal cuci baju dan setrika, kami bayar Mbak Siti yang tinggal dekat kompleks. Dia sudah kerja tahunan sama kami dan dipercaya pegang kunci rumah. Dia datang kalau ada kerjaan aja. Soal makan, kami sering jajan di luar atau kadang ibu masak. Setelah cerai, ibu fokus kerja dan ngurusin kami. Ternyata otak bisnis ibu memang cemerlang, perusahaannya cepat maju dan punya banyak cabang. Ayahku yang brengsek itu kadang datang menjenguk, tapi bagiku itu cuma formalitas dan enggak berkesan. Aku enggak peduli. Kami bertiga saling sayang. Aku merasa jadi satu-satunya cowok di rumah, jadi aku ngerasa harus melindungi mereka. Hidup kami berjalan normal. Kalau di rumah, ibu sering pakai daster atau baju tidur mini dan seksi. Dia cuek aja. Bahkan, kadang kalau ganti baju, pintu kamarnya suka dibiarin kebuka. Mungkin dia pikir, di rumah kan cuma ada kami dan aku anaknya. Aku sih senang-senang aja, waktu itu aku masih lugu dan enggak mikir macam-macam. Kadang aku juga suka tidur di kamar ibu, tentu saja tanpa pikiran macam-macam saat itu. Topik sedarah lainnya: Memek ibu kandung semakin terangsang oleh anaknya Ibu rajin banget merawat diri. Badannya masih kayak umur 25 tahun, padahal anaknya sudah gede. Ibu rutin yoga, senam, dan renang. Kebetulan di belakang rumah ada kolam kecil yang dikelilingi tembok tinggi dan jauh dari tetangga. Ibu cantik banget, rambut sebahu, tinggi sekitar 165 cm. Badannya seksi, perutnya rata, dan yang paling mencolok, dadanya besar banget, ukuran 38. Teman-temanku yang main ke rumah juga sering bilang kalau ibuku seksi dan memesona. Kakakku, Sinta, juga sama, mewarisi kecantikan ibu dan punya dada besar. Sepertinya semua perempuan di keluarga ibu memang begitu. Waktu berlalu, tiga tahun setelah perceraian itu. Usiaku 14 tahun, kelas 3 SMP. Ini masa-masa puber yang lagi memuncak. Libido remaja lagi gampang naik dan aku mulai penasaran sama perempuan. Aku mulai sering buka situs porno di kamar, nonton film porno, baca majalah dewasa. Apalagi Sinta jarang di rumah, jadi aku lebih sering sendirian. Teman-teman suka cerita pengalaman mereka melepas keperjakaan. Aku penasaran, tapi juga takut. Secara finansial aku mampu bayar PSK, tapi aku ngeri sama risikonya. Aku paling suka nonton cewek dewasa dengan dada besar dan bulu kemaluan lebat. Apalagi kalau ada bulu ketek, wah, aku bisa gila. Dari situ, aku sadar kalau aku mulai terobsesi sama ibuku. Perasaan sayang anak ke ibu sudah bercampur sama gairah erotis. Bukannya kakakku enggak cantik, tapi bagiku ibu itu sempurna, sudah matang. Kecantikan dan lekuk tubuhnya memancarkan sensasi sensual yang enggak ada di orang lain. Gairah di diriku makin membara. Aku yang tadinya cuma lihat ibu sebagai ibu, kini melihatnya dari sudut pandang laki-laki. Aku mulai curi-curi pandang saat ibu ganti baju, pura-pura baca buku dekat ibu saat dia yoga atau renang. Aku juga sering masturbasi sambil bayangin tubuh ibu. Kegiatan baruku yang paling seru adalah ngintip ibu mandi. Kamar mandi ibu di dalam kamarnya, pintunya sering enggak dikunci, cuma ditutup sedikit, jadi aku bisa lihat dari celahnya. Suatu hari, aku iseng merekamnya pakai kamera. Hasilnya luar biasa, itu bikin sesi masturbasiku makin lancar. Tapi itu belum cukup. Aku ingin menyentuh dan merasakan ibu secara langsung. Aku harus cari cara. Di rumah cuma ada aku dan ibu. Kesempatanku besar. Aku berpikir, setelah cerai, ibu fokus kerja dan ngurusin kami. Seingatku, ibu enggak pernah menjalin hubungan sama cowok lain. Ibu selalu pulang kerja tepat waktu. Kalau ada urusan di luar kota, dia sebisa mungkin ngajak kami. Hari libur pun dihabiskan bareng kami. Apa ibu enggak punya kebutuhan seks lagi? Kayaknya enggak mungkin. Aku harus cari tahu. Suatu malam, kami lagi nonton TV setelah makan. Aku biasa naro kepala di paha ibu. Malam itu, ibu pakai baju tidur putih mini, tanpa lengan, dengan belahan dada rendah. Dadanya yang besar seolah mau tumpah. Sial, gairahku langsung membara, kontolku berdenyut. Aku gelisah banget. Kami nonton dalam diam. “Ma, Rian boleh nanya sesuatu?” kataku sambil membalikkan badan, kepalaku sekarang menghadap perut ibu. “Nanya apa?” “Jangan marah ya, Ma,” kataku lagi. “Ih, serius amat sih, Yan,” kata ibu sambil ketawa kecil. “Iya, kan Mama sudah lama sendiri. Enggak mau nikah lagi?” “Ah, kamu ada-ada aja. Enggak lah. Mama sudah bahagia kok ada kamu sama kakakmu,” jawab ibu. Ibu balik bercanda, “Memangnya kamu mau punya papa baru?” “Enggak sih, cuma nanya aja.” Tiba-tiba aku dapat ide buat menguji batasnya. “Jangan marah ya, Ma. Memangnya Mama enggak kesepian? Kan Mama masih muda, masih punya kebutuhan biologis,” kataku hati-hati. Ibu kaget, badannya menegang dan dia diam sejenak. “Yan, kok nanyanya gitu? Maksud kamu apa?” Suara ibu sedikit naik. “Rian kan sudah gede, Ma. Tahu lah soal kebutuhan pria dan perempuan. Rian cuma mau Mama tahu kalau Rian peduli sama perasaan Mama. Mungkin dulu aku enggak ngerti, tapi sekarang aku jadi mikirin Mama. Mama juga punya hidup,” kataku sekenanya. “Yan… Yan… yang kamu pelajari itu benar, tapi ada juga yang namanya perasaan, Nak. Hidup enggak cuma teori,” jawab ibu. “Maksudnya, Ma?” tanyaku bingung. “Sebagai perempuan, Mama juga punya kebutuhan itu. Tapi Mama enggak mau kecewa lagi, Yan. Pengalaman sama Papa kamu itu sudah cukup pahit. Buat Mama, punya kamu sama Kak Sinta itu sudah cukup membahagiakan. Soal kebutuhan biologis, itu bukan urusan kamu. Ada kesibukan dan cara lain untuk mengatasinya,” jawab ibu. Suasana jadi canggung. Kami diam, cuma suara TV yang kedengaran. “Ma, maafin Rian ya sudah bikin Mama marah dan sedih,” kataku. “Enggak apa-apa, Yan. Mama senang kamu perhatian sama Mama,” jawab ibu. Ibu mengelus kepalaku. Aku tetap diam, kepalaku menghadap perut ibu, mikirin kata-kata ibu. Berarti ibu punya kebutuhan seks. Aku cuma butuh menciptakan situasi yang pas. Kebetulan cuma ada kami berdua, Kak Sinta tidak di rumah. Aku mulai rencanaku. Aku naikin kepalaku ke dada ibu, pura-pura bermanja-manja. “Eh, ngapain, Yan?” tanya ibu kaget. “Rian sayang Mama. Boleh enggak Rian nen sama Mama?” kataku. “Hahaha, ada-ada aja kamu. Kan kamu sudah besar,” ibu ketawa. “Iya, tapi boleh kan kayak anak kecil lagi?” pintaku manja. “Enggak ah, konyol deh,” ibu makin ketawa. “Boleh ya, Ma? Kan selama ini enggak pernah.” Aku coba mencium puting ibu. “Jangan, ah, Yan.” Ibu coba menggeser kepalaku pelan, tapi aku terus merengek. Akhirnya ibu menyerah dan ketawa. “Ya sudah, kali ini aja ya. Tumben kamu manja banget,” katanya. Yes! Rencanaku berhasil. Ibu nurunin satu tali baju tidurnya. Di depan mataku, terbentang satu payudara ibu yang besar, padat, dan kencang. Putih dengan puting cokelat kemerahan yang besar. Aku diam, terpesona. Walaupun sering ngintip, lihat langsung dari dekat rasanya beda banget. Kontolku langsung mengeras. “Lho, kok bengong? Tadi katanya mau nen,” tegur ibu. “Iya, Ma, habisnya payudara Mama besar banget, masih kencang lagi,” kataku jujur. “Ah, kamu bisa aja muji Mama yang sudah berumur ini,” ibu tertawa. “Beneran, Ma, bagus banget,” jawabku sambil menyentuh payudara itu. Rasanya kenyal dan keras. Aku deketin mulutku ke puting ibu, lalu kuhisap. Aku ngulum puting ibu lama banget, sementara ibu cuma nonton TV. Tangannya ngelus-ngelus kepalaku, seperti ke anak kecil. Aku isap dan mainkan lidahku di putingnya. Puting itu sekarang sudah mengeras. Kurasakan ibu mulai gelisah, tapi aku terusin pelan-pelan. Aku enggak mau buru-buru, takut ibu curiga. Satu tanganku mulai meremas payudara ibu yang satu lagi. Aku meremasnya tanpa henti. Ibu lalu nurunin tali baju tidur yang satunya lagi. Sekarang ibu benar-benar telanjang dada. “Yan, nen yang sebelah sini juga,” kata ibu sambil menunjuk payudara satunya. Aku pindahin mulutku ke sana. Aku lakuin sama seperti tadi, perlahan dan senatural mungkin. Padahal kontolku sudah berdenyut kencang. “Ugh…” suara ibu pelan, duduknya mulai gelisah, napasnya berat. Aku pura-pura enggak tahu. Kali ini, lidahku bergerak lebih cepat di putingnya. “Ah…” elusan tangan ibu di kepalaku berubah jadi jambakan pelan. Aku berhenti, lalu duduk di sampingnya. Ibu duduk dengan dada telanjang, dua payudaranya yang besar menantang, dengan puting yang mengeras. “Ugh… sabar sedikit,” kataku dalam hati. “Sudah dulu ya, Ma, nenennya,” kataku santai. Sekilas aku lihat raut wajah ibu agak kecewa, tapi dia bisa mengontrolnya. “Benar nih? Sudah kenyang nenennya? Katanya mau kayak anak kecil,” kata ibu mencoba bercanda. “Iya, tapi nanti boleh lagi ya, Ma. Rian senang bisa nenen kayak dulu,” kataku. “Iya, boleh kok. Mama juga jadi ingat kamu waktu kecil,” kata ibu. Aku sengaja berhenti. Yang penting, aku sudah dapat celah untuk niatku. Aku diam dan nonton TV. Ibu juga, tapi entah lupa atau sengaja, dia enggak naikin tali baju tidurnya. Jadi, pemandangan indah itu terpampang jelas di sampingku. Aku pura-pura enggak tahu. Kontolku benar-benar sudah keras. “Ma, Rian sudah ngantuk, tidur duluan ya. Boleh tidur di kamar Mama kan?” tanyaku. “Ya sudah, sana duluan. Iyalah, boleh, biasanya juga sering tidur di kamar Mama,” jawab ibu. Aku langsung ke kamar ibu. Sambil jalan, aku senyum-senyum sendiri. Rencanaku hampir berhasil. Di kamar, aku pura-pura tidur. Kontolku sudah lumayan tenang sekarang. Enggak lama, ibu masuk, ke kamar mandi sebentar, lalu naik ke kasur. Dia cium pipiku, ngira aku sudah tidur. Sekitar setengah jam aku pura-pura tidur. Aku enggak yakin ibu sudah pulas, tapi aku sudah bulat tekad. Sekarang atau tidak sama sekali. Ibu matanya masih terpejam. Rencanaku, kalau aku pura-pura nen lagi, ibu pasti cuma mikir aku lagi manja. Aku mulai deketin kepalaku ke arah ibu. Awalnya aku ngisap payudaranya tanpa nurunin tali baju. Ibu diam aja, enggak melarang. Tanganku mulai berani nurunin kedua tali baju tidurnya. Ibu diam aja. Kini aku ngisap payudara ibu dengan bebas. Satu tanganku meremas-remas dan mainin putingnya. Ibu masih terpejam, tapi badannya mulai menggeliat. “Ugh… Ooohhh…” ibu mendesah pelan. Aku makin bersemangat. Mulutku pindah dari puting satu ke puting lainnya. Sekitar 10 menit aku mainin payudara ibu, dia tetap terpejam, tapi aku yakin dia belum tidur. Dia sepertinya menikmati. Aku makin berani, tanganku mulai bergerak ke bawah, ke selangkangan ibu. Saat tanganku mendarat di celana dalamnya, ibu tiba-tiba pegang tanganku dan menepisnya pelan. Matanya sekarang terbuka. Ibu duduk di kasur. “Cukup, Yan, jangan lebih dari itu. Mama tahu dan mengerti kamu sudah besar, sudah remaja. Mama juga paham kamu nen Mama sebenarnya karena kamu penasaran sama tubuh perempuan,” kata ibu. “Mama enggak keberatan kamu main-main sama payudara Mama, tapi jangan lebih dari itu ya,” katanya lagi. “Tapi, Ma, kenapa harus begitu? Mama jahat! Kenapa Mama kayak gini?” protesku. “Yan, aku ini ibumu. Kita enggak boleh melakukan hal yang kamu inginkan itu,” kata ibu lagi. “Mama bohong! Sebenarnya Mama menikmati kan? Mama juga menginginkannya!” aku terus menyerang pertahanan ibu. “Memang, tapi cuma sampai batas itu, enggak bisa lebih jauh,” jawab ibu dengan tenang. “Rian sayang Mama, dan Mama harus tahu itu. Rian mau lindungin Mama, enggak mau Mama kecewa lagi. Rian juga mau Mama jadi yang pertama buat Rian. Mama enggak akan kecewa atau disakiti lagi, karena Rian enggak akan pernah nyakitin hati Mama,” kataku. Lanjut Bab 2: Pengalaman Bersetubuh Dengan Ibu Sendiri Adalah Cerita Dewasa Sedarah Nikmat CHAPTER DUA Hening. Ibu sepertinya terguncang, dia diam dan nundukin kepalanya. Kulihat dia nangis. Aku kaget dan langsung meluk ibu. “Ma, Mama marah?” tanyaku. “Enggak, Sayang. Mama enggak marah. Mama malah bahagia, karena Rian sayang dan perhatian banget sama Mama. Kamu benar-benar enggak mau Mama kecewa lagi,” jawab ibu. Ibu balas melukku. Kami berpelukan lama. “Mama senang dan bingung, karena kamu milih Mama sebagai yang pertama. Seharusnya kamu pilih cewek lain, Yan,” katanya lagi. “Ma, buat Rian, Mama yang terbaik. Mama yang harus punya Rian pertama kali. Aku enggak akan nyesel, aku malah bahagia,” kataku. Ibu masih diam, pelukannya makin erat. Tangannya ngelus kepalaku. Aku diam, biarin ibu mikir. “Sebenarnya kita enggak boleh melakukan ini. Aku ibumu, kamu anakku. Batas itu enggak boleh dilanggar…” “Tapi, Ma…” aku motong, tapi diam lagi karena ibu motong kalimatku. “Toh yang ngelakuin ini cuma kita, enggak ada orang lain yang dirugikan, enggak ada yang disakitin. Semua risiko dan tanggung jawab cuma milik kita,” katanya. “Jujur, Mama juga punya kebutuhan seks, tapi Mama takut menjalin hubungan lagi karena enggak mau kecewa. Kalau hasrat itu muncul dan enggak ketahan, Mama pakai vibrator atau masturbasi. Toh gairah kan bakal hilang setelah orgasme. Enggak perlu pacaran cuma buat ngurusin itu,” katanya lagi. “Tapi tadi, waktu kamu nen dan mainin puting Mama, api gairah di dalam Mama kembali nyala. Walau awalnya ragu, Mama yakin, sama kamu Mama enggak akan kecewa dan sakit. Kita sama-sama menyalurkan hasrat terpendam kita,” kata ibu. “Mama sadar Mama enggak bisa dan trauma sama cowok lain, tapi Mama tahu kalau sama Rian, Mama enggak akan sakit, karena Rian sayang Mama. Juga lebih baik Mama yang ngajarin dan muasin rasa ingin tahu seks kamu daripada kamu harus ngelakuin itu sama PSK,” lanjut ibu. Ibu ngelepas pelukannya, lalu berdiri dan ngelepas baju tidurnya. Sekarang dia cuma pakai celana dalam. Lalu dia tiduran. “Yan, ingat ini rahasia kita berdua ya. Kamu boleh punya Mama kapan pun, tapi jangan sampai kakakmu tahu,” kata ibu. “Sekarang lakuin apa yang kamu mau. Jangan takut, Mama akan bimbing dan ngajarin kamu. Kamu yang harus buka celana dalam Mama. Puasin Mama dan diri kamu sendiri. Lakuin dengan santai aja, Yan. Mama mau pengalaman pertama kamu ini berkesan dan indah,” lanjut ibu. Aku yang tadinya syok, antara percaya dan enggak, langsung bergerak. Aku tiduran di samping ibu, cium bibirnya. Lidah kami bertautan penuh gairah. Tanganku meremas-remas payudara ibu, mainin putingnya. Tangan ibu juga enggak diam, dia ngelus-ngelus kontolku dari luar celana pendekku. Ugh… enaknya elusan tangan ibu. Aku mulai nyiumin payudara ibu, ngulum dan ngejilat putingnya. Ibu menggeliat dan meluk tubuhku. Tangan ibu bantu ngebuka kausku, lalu celanaku. Aku sekarang telanjang, tapi tetap di atas ibu. Aku rakus meremas dan mainin payudaranya. Gairahku makin tinggi lihat ibu yang menikmati saat payudaranya kupermainkan. Tangan ibu sekarang ngocok kontolku dengan lembut. “Wah, besar juga kontolmu, Yan. Sebagai laki-laki kamu harus bangga,” katanya. “Ahh… enak, Ma. Kocokin terus kontol Rian, Ma,” kataku di sela-sela kegiatanku. “Yan, sudah dulu dong mainin payudara Mama, masa kamu mau diamin saja memek Mama,” kata ibu. Aku terus terang memang belum berpengalaman. Tapi dengan yakin, aku pelan-pelan nurunin posisiku, sampai pas di atas celana dalam ibu. Tanganku megang celana dalam ibu, ngeraba dan ngelusnya. Terasa tebal dan ada rambut kemaluan yang lebat di baliknya. Mulutku mulai nyium pinggiran selangkangan ibu. Ibu mulai ngebuka kedua kakinya. Spontan aku narik celana dalamnya pelan-pelan. Ibu sekarang telanjang bulat. Aku cuma bisa nelen ludah, lihat memek ibu yang terpampang dekat banget dan indah di depan mataku. Aromanya, yang belum pernah kucium, tercium ke hidungku, menggoda banget. Rambut kemaluan ibu lebat, persis seperti seleraku. Kontolku berdenyut-denyut kencang. Tanganku mulai ngelus-ngelus rambutnya, tebal dan menggairahkan. Aku coba ingat-ingat adegan di film porno. Ibu sepertinya tahu apa yang aku pikirin. “Kok bengong lagi, Yan? Lakuin aja yang Mama suruh ya. Sekarang jilati dan mainkan memek Mama pakai lidah dan tanganmu. Kalau susah, kamu lebarkan dengan tanganmu lubang memek Mama,” kata ibu. Ibu ngelebarin kakinya, nampakin selangkangannya yang indah. Aku nyibakin rambut kemaluan ibu yang lebat, jariku ngebuka memeknya pelan-pelan, persis kayak di film. “Nah kalau sudah, coba kamu lihat di sekitar lubang memek Mama, ada daging kecil yang menonjol, kayak butir kacang. Itu namanya kelentit atau sering disebut itil, Sayang. Nah bagian itu yang harus kamu mainin dan jilatin. Mama akan merasa nikmat kalau kamu lakuin itu,” jelas ibu. Tanpa nunggu lama, aku langsung mainin dan ngejilat itil ibu dengan lidahku. Aromanya enak banget. Awalnya aku pikir salah, tapi lama-lama aku lihat tubuh dan pinggul ibu mulai bergoyang-goyang. “Ah… Oooohhh… Ssss… enak, Yan, Ugh…” ibu mendesah. “Ughhh… jilat terus, Yan,” desah ibu makin kuat, goyangan badannya makin terasa. “Oooohh… pinter kamu. Cepet pandainya…” “Oooohh… Aaahhhh… Mama… Mama… mau… sedikiiittt lagi,” tangan ibu mulai meremas rambutku. Dia makin ngelebarin kakinya, pantatnya makin liar. Aku makin bersemangat mainin dan ngejilat itilnya. Lidahku menari-nari liar dan cepat, menyapu memek ibu yang sudah basah. Sensasi yang kurasakan sulit digambarkan, kontolku sudah amat keras dan berdenyut. Lihat ibu telanjang, mendesah-desah keenakan saat itilnya kujilati, bikin gairahku membara. Badan ibu bergetar hebat, diiringi desahan nikmat panjang. Kurasakan memeknya nyemburin cairan hangat yang nikmat. Ibu lemas. Aku elus memeknya dengan lembut. “Ughh… nikmat banget, Yan. Sudah lama Mama enggak orgasme karena dijilati kayak tadi. Rasanya enak banget, kamu pinter dan cepat belajar, Sayang. Tunggu sebentar ya, Mama akan ganti kasih kamu kenikmatan,” kata ibu. Ibu bangun, nyuruh aku tiduran. Dia diam sebentar, ngeliatin kontolku. “Wah… panjang dan besar juga kontol anak Mama, kayaknya ada sekitar 20 cm. Ini pasti bukan dari turunan Papa kamu yang brengsek itu. Kontol kamu jauh lebih bagus dan besar dibanding si brengsek itu,” sindir ibu sinis. Aku sadar betapa bencinya ibu sama ayah. Anehnya, aku malah senang dan bangga, karena dalam hal ini, aku lebih hebat dari ayah. Kontolku makin keras. Ibu mulai mainin batang kontolku pakai tangannya yang halus. Enak banget rasanya, jempolnya ngurut-ngurut kepala kontolku lembut. Aku cuma bisa merem melek. Ibu mulai deketin mulutnya ke arah kontolku. Sensasi nikmat yang luar biasa saat lidahnya mainin kepala kontolku. Seluruh tubuhku lemas. Lalu perlahan, kontolku masuk ke mulut ibu. Nikmat rasanya saat ibu ngulum dan ngisap batang kontolku. Lidahnya juga ngejilatin kepala dan batangnya. Aku enggak percaya kontolku bisa masuk ke mulut ibu yang mungil dan sensual itu. Lembut banget elusan bibirnya. Tangan ibu juga ngelus-ngelus biji pelerku, enak banget. Sesekali mulut dan lidah ibu ngulum dan ngejilat bijiku. Servis ibu yang enak ini benar-benar bikin aku kelojotan dan cuma bisa merem melek. Sambil ngulum kontolku, sesekali ibu natap mataku. Sensasi luar biasa saat kontak mata terjadi. Pas lagi enak-enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi ibu langsung ngomong. “Untuk pemula, daya tahanmu cukup baik. Mama sebenarnya mau ngulum sampai kamu keluar, tapi untuk pengalaman pertama, Mama mau kamu ngerasain yang terbaik dan keluar di tempat spesial… di dalam memek Mama, Sayangku. Nah sekarang kita mulai, jangan takut, Mama akan bimbing kamu,” kata ibu. Ibu ngocok-ngocok kontolku, lalu tiduran. Aku disuruh di atasnya. Ibu ngebuka kedua kakinya, nunjukin memeknya yang menantang. Tangannya ngebuka lubang memeknya, nunjukin jalan. “Karena ini yang pertama, Mama bantu nunjukin arah yang pas. Kalau sudah sering, nanti kamu mahir sendiri, Yang,” katanya. Tangannya megang batang kontolku, nuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit di awal, karena kontolku lumayan besar dan memek ibu sempit karena sudah lama tidak dimasuki kontol. Jleb… perlahan kepala kontolku nembus ke dalam lubang nikmat ibu. Badannya bergetar. Ibu ngelebarin kakinya dan naikin pantatnya pelan-pelan, sampai batang kontolku masuk seluruhnya ke dalam lubang memek ibu. Sensasi nikmat luar biasa yang kurasakan pertama kali. Saat di dalam, rasanya sangat nyaman, hangat, dan berdenyut nikmat. Jadi, ini rasanya masukin memek perempuan, semakin nikmat karena ini memek ibuku. Memek yang sudah melahirkan dua anak, tapi tetap nikmat dan berkualitas. “Santai aja, Yan, pompa kontolmu naik turun, jangan buru-buru, nikmatin, buat pengalaman pertamamu ini berkesan. Keluarin di dalam memek Mama ya, Sayang,” ibu ngajarin dan ngasih semangat lembut. Aku mulai bergerak sesuai ajaran ibu. Pantatku naik turun, kontolku memompa nikmat di dalam memeknya. Sungguh amat sangat nikmat, kulakukan perlahan. Sesekali bibirku nyium bibir ibu lembut dan penuh gairah. Payudara ibu yang besar itu goyang-goyang seiring gerakanku. Enak banget dilihatnya. Satu tanganku meremas-remas dan mainin putingnya, sekali-kali kuhisap dan kujilati. Lumayan lama aku memompa. Ibu mulai mendesah dan goyangin pinggulnya. “Aahhh,,,Ahhhh, terus Yan, pinter juga kamu,” desah ibu. “Ooohhhh….enak…sudah lama memek mama tidak dimasuki kontol, jadi rasanya nikmat…” “Ugh…ughhh…” “Kontol kamuuu…benar-benar enaaakk…aaaahhh,” kata ibu. “Memek Mama juga nikmaaattt… sempiit dan enaak,” balasku. “Aahhh….Mama sudah mau keluar yang,” katanya. Kurasakan memek ibu nyemburin cairan hangat ke kontolku. Ibu lemas, wajahnya penuh kepuasan. Ibu minta aku berhenti sebentar, tapi aku enggak mau dan terus memompa. Ibu lemas, matanya merem melek, mulutnya mendesah, pinggulnya makin goyang liar dan cepat ngikutin gerakanku. Aku makin nikmat. Ibu makin ngelebarin kakinya, kontolku makin leluasa nembus memeknya yang sempit. Gerakanku makin kupercepat. Bibir, leher, dan payudara ibu bergantian kujilati dan kuciumi. Ploook…plookk..plookkk…, suara pompaan kontolku terdengar jelas. “Aaahhh….ahhhh…nikmaaat nggakkk sayang…” tanya ibu. “Pastiii ma….oohhh…” jawabku. “Ughhhhh…Oohhhh….” “Terus yang mama mau keluar lagiii…” kata ibu. Kurasakan kontolku juga berdenyut lebih keras, rasanya aku mau mencapai puncak. Aku cium bibir ibu ganas, lidah kami bertautan penuh gairah. Kutindih dan kupeluk tubuhnya kuat-kuat. Kurasakan memek ibu nyemburin cairan, ibu orgasme lagi, hampir bersamaan kontolku nyemburin sperma kuat dan banyak. Kami bergetar hebat. Lalu aku terkulai, masih di atas tubuh ibu. Lemas tapi puas dan dipenuhi rasa nikmat. Kontolku masih berdenyut. Akhirnya kurasakan juga kenikmatan bersetubuh, dan terasa lebih nikmat karena ini dengan ibuku. Kami berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan. “Kamu hebat sayang…mama benar-benar puas,” kata ibu. “Aku juga ma,” jawabku. “Sini mama bersihkan kontol kamu,” kata ibu. Dia mulai ngejilatin sisa sperma dari kontolku. “Benar-benar masih mudah dan bersemangat, kontol kamu masih keras,” katanya. “Rian sayang, mama bahagia dan tidak menyesal melakukan hal ini. Kamu bikin mama ngerasain jadi perempuan lagi. Kamu hebat, jauh lebih kuat dari papa kamu.”
Pengalaman Bersetubuh Dengan Ibu Sendiri Adalah Cerita Dewasa Sedarah Nikmat - Story
Pengalaman Bersetubuh Dengan Ibu Sendiri Adalah Cerita Dewasa Sedarah Nikmat kini bisa dibaca di Sangelink Mirror. Interface modern, cuma-cuma selamanya, gratis selamanya.
Lihat juga: Cerita Dewasa Mama Janda Dan Anak Kesayangan, Kisah Nyata Ngentot Pembantu Yang Masih Perawan Cerita Ngewe Viral, Cerita Seks Perselingkuhan Majikan Cantik Bersama Pembantunya Bernama Pono.
Baca gratis tanpa iklan mengganggu di Sangelink Mirror.
Info Download
Video akan tersedia untuk download setelah iklan dibuka.
Simpan Konten
Simpan untuk ditonton nanti dengan klik tombol bookmark.
Konten Serupa
Cerita Cerita Dewasa Mama Janda Dan Anak Kesayangan
Novel Kisah Nyata Ngentot Pembantu Yang Masih Perawan Cerita Ngewe Viral
Cerita Seks Perselingkuhan Majikan Cantik Bersama Pembantunya Bernama Pono Novel
Kisah Tante Yang Dibuat Orgasme Berkali-kali Oleh Keponakannya | Story
Cerita Dewasa 2026 – Istriku Mengajak Ibu Kandungku Main Bertiga Denganku | Story
Novel Cerita Dewasa Terlarang Bercinta Dengan Sepupu
Cerita Strategi Memuaskan Tante Semok Adik Kandung Ibu